Tampilkan postingan dengan label Biologi :). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biologi :). Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Mei 2013

Macam-macam Jaringan pada Tumbuhan

Assalamu'alaikum wr.wb
Selamat Pagii, di sini saya akan share *sekelebat* info tentang macam-macam Jaringan yang terdapat pada tumbuhan. Enjoy Reading~!

Jaringan padqa tumbuhan terbagi menjadi :
1. Jaringan Muda (meristem)
    Jaringan meristem merupakan jaringan yang sel-selnya aktif membelah. Jaringan meristem membentuk struktur-struktur primer pada tumbuhan.
    Ada dua jaringan meristem, yaitu meristem primer dan meristem sekunder. Meristem Primer banyak terdapat di ujung batang, ujung akar, kuncup, dan nodus batang (ruas-ruas batang, misal : pada ruas batang tebu), yang digunakan untuk pertumbuhan memanjang (primer). Sedangkan Meristem Sekunder juga dapat disebut dengan kambium yang digunakan untuk pertumbuhan membesar (sekunder).


source: www.biologi-sel.com

2. Jaringan Dewasa
     Jaringan Dewasa merupakan jeringan meristem yang terus tumbuh.
     Jaringan Dewasa terbagi menjadi :

     a. Jaringan Pelindung (Dermal)
         Jaringan ini disebut juga dengan jaringan Epidermis. Berada pada daun, batang, akar, dan bagian tubuh tumbuhan lainnya.
         Ciri-ciri jaringan Epidermis :
  • Tersusun oleh sel-sel yang Rapat
  • Sel-sel penyusunnya kaku dan kuat
  • Dapat membentuk kutikula (kutin) yang dapat mencegah penguapan yang berlebihan.
          Sedangkan, fungsi dari Jaringan Epidermis :
  • Melindungi bagian / jaringan dalam tumbuhan
  • Mengarbsorpsi air dan mineral, khususnya pada akar (membentuk rambut akar)
  • Pada daun dan batang, umumnya dilapisi kutikula, yang bisa mencegah penguapan (evaporasi)
source:  www.biologimediacentre.com

      b. Jaringan Dasar (Parenkim)
          Jaringan Parenkim terdapat pada seluruh anggota tubuh tumbuhan. Pada daun disebut mesofil, berupa Jaringan Palisade / tiang (sebagai tempat fotosintesis), dan Jaringan Spons / bunga karang (tempat fotosintesis dan ruang udara).
          Fungsi Jaringan Parenkim :
  • Sebagai jaringan pengisi tubuh tumbuhan
  • Sebagai tempat menyimpan cadangan makanan
  • Tempat berlangsungnya fotosintesis (bagi yang mengandung klorofil)
  • Tempat transportasi ekstravaskuler (transportasi dari sel ke sel yang terjadi di luar berkas pembuluh melalui jaringan parenkim)
source : www.semi-yanto.blogspot.com
      c. Jaringan Penyokong 
          Jaringan ini berfungsi untuk menyokong (memperkuat) berdirinya tumbuhan. Jaringan ini dibedakan menjadi 2 macam, diantaranya :
          -  Kolenkim
              Sebagai penguat organ yang masih mengalami perkembangan / masih dalam tahap pertumbuhan. Tersusun oleh sel hidup berdinding selulosa.
          -  Sklerenkim
           Sebagai pelindung organ tua dan muda. Tersusun oleh sel-sel mati, yang dinding selnya mengalami penebalan sekunder dari bahan lignin (zat kayu). Contohnya : sklerenkim pada Tempurung Kelapa, sklerenkim pada Batang Bambu.

source : www.biologisma.com

         d. Jaringan Pembuluh / Pengangkut (vascular bundle)
             Jaringan ini berfugsi untuk mengangkut zat-zat yang ada dalam tubuh tumbuhan. Jaringan Pengangkut terbagi menjadi :
             - Buluh kayu / Xylem
                Tersusun atas sel-sel mati yang berdinding lignin. Dapat dibedakan menjadi dua, yaitu trakeid dan trakea. Sekat antarsel trakeid berpori, sedangkan sekatantarsel trakea tidak jelas. Fungsi pembuluh Xylem adalah sebagai pengangkut air dan garam mineral dari akar ke daun (bawah - atas)
             - Buluh Tapis / Phloem
                Tersusun atas sel-sel hidup yang berdinding dari bahan selulosa. Sel buluh tapis tidak berinti, karena itu pada floem dilengkapi sel-sel pengiring. Floem berfungsi sebagai pengangkut hasil fotosintesis ke seluruh bagian tubuh tumbuhan.
             Persatuan antara Xylem dan Floem akan menghasilkan ikatan pembuluh (fasis)

source: www.biologiklaten.wordpress.com

Demikian beberapa informasi dari saya, semoga bermanfaat ya :)
Wassalamu'alaikum wr.wb

Selasa, 09 April 2013

Gerak Pada Tumbuhan


Hai teman-teman bertemu lagi dengan saya, Mahela :) . Di sini, saya akan mengulas sedikit tentang materi Biologi kelas 8 semester genap. Yaitu Gerak Pada Tumbuhan. Selamat membaca~!

            Perlu diketahui, tumbuhan tidak memiliki sistem syaraf, tapi mereka dapat menerima dan menanggapi rangsang yang diterimanya. Rangsangan tersebut dapat berupa : Cahaya (Foto), Gravitasi (Geo), Zat kimia (Kemo), Air (Hidro), Singgungan (Tigmo), Panas (Termo), dan Gelap (Nikti). Gerak pada tumbuhan dapat diklasifikasikan sebagai berikut :


Penjelasannya adalah sebagai berikut :
1. Gerak Higroskopis : adalah gerak tumbuhan yang dipengaruhi oleh kadar air.
Contoh : Gerak pecahnya buah polong pada tanaman kacang-kacangan (leguminoceae). Seperti pada Lamtoro, Biji kamboja, Flamboyan, dll.
2. Gerak Endonom : adalah gerak tumbuhan yang disebabkan oleh rangsangan yang berasal dari dalam tumbuhan itu sendiri.
Contoh : Gerak rotasi sitoplasma (siklosis) pada sel-sel daun Hydrilla verticillata.
3. Gerak Esionom. Gerak Esionom dibagi menjadi 3, yaitu :
a.      Gerak Tropisme : Yaitu gerak sebagian tubuh tumbuhan yang arah geraknya dipengaruhi arah datangnya rangsang. Gerak Tropisme dapat dibedakan lagi menjadi Fototropisme, Geotropisme, Hidrotropisme, Kemotropisme, dan Tigmotropisme.
b.      Gerak Taksis : Yaitu gerak seluruh tubuh tumbuhan yang arah geraknya tidak dipengaruhi arah datangnya rangsang. Gerak Taksis dapat dibedakan lagi menjadi : Fototaksis dan Kemotaksis.
c.       Gerak Nasti : Yaitu gerak sebagian tubuh tumbuhan yang arah geraknya tidak dipengaruhi arah datangnya rangsang. Gerak Nasti dapat dibedakan lagi menjadi : Fotonasti, Niktinasti, Tigmonasti, Termonasti, Hidronasti, dan Nasti Kompleks.

Catatan :
-          Apabila Gerak tumbuhan tersebut mendekati arah rangsang, itu berarti geraknya Positif (+). Contoh : Gerak akar mendekati pusat bumi = Geotropisme Positif.
-          Apabila Gerak tumbuhan tersebut menjauhi arah rangsang, itu berarti geraknya Negatif ( - ). Contoh : Gerak Tumbuhan menjauhi pusat bumi dan mengikuti arah datangnya sinar matahari = Geotropisme Negatif.


Kamis, 28 Maret 2013

Jenis-Jenis Enzim pada Pencernaan Manusia

Hai semuaaa, kembali lagi dengan saya, Mahela Sefrian Luthfimaidah~

Sebelumnya, saya akan menjelaskan bahwa sistem pencernaan manusia terdiri atas : saluran pencernaan (tract) dan kelenjar pencernaan (glands). Nah, Saluran Pencernaan sendiri terdiri dari Mulut, Kerongkongan, Lambung, Usus Halus, Usus Besar, dan Anus. Fungsinya adalah untuk menyalurkan makanan. Sedangkan, Kelenjar Pencernaan terdiri dari Kelenjar Ludah / Saliva (pada mulut), Lambung, Pankreas, dan Usus Halus. Fungsinya adalah sebagai penghasil enzim yang dibutuhkan untuk mencerna makanan.

*enzim? Apaan tuh?
Enzim adalah zat kimia yang bersifat katalis, yaitu zat kimia yang dapat mempercepat reaksi tanpa ikut bereaksi. *wah, kereeen :D

Oke. Di sini, saya akan berbagi pengetahuan tentang Jenis-jenis Enzim pada Pencernaan Manusia. Enjoy reading~ 

Tabel Jenis-jenis enzim dan Fungsinya































Nah, itu tadi beberapa jenis enzim dan fungsinya. Untuk lebih jelasnya, silakan seach lagi di Mbah Google. Semoga bermanfaaat :)
Thanks for your coming~

Jumat, 22 Maret 2013

Sistem Pencernaan pada Ruminansia

Hewan Ruminansia (ex: Sapi, Kambing, dll), atau yang umum disebut Hewan Pemamah Biak mempunyai sistem pencernaan yang berbeda. Yuk kita simak artikel saya berikut ini :)
Cekidot!


Lambung Ruminansia terdiri dari 4 bagian : Rumen (Perut besar), Retikulum (Perut jala), Omasum (Perut kitab), Abomasum (Perut masam).


Perjalanan makanan :
Mulut – Esofagus – Rumen – Retikulum – Mulut – Omasum – Abomasun – Usus Halus – Usus Besar – Rektum – Anus

1. Rumen : Pada perut bagian ini, terjadi pencernaan Protein, Polisakarida, dan Fermentasi Selulosa (oleh Enzim Selulase yang dihasilkan oleh Bakteri pencerna selulosa)
2. Retikulum : Makanan dibentuk menjadi gumpalan-gumpalan kasar yang dinamakan bolus
3. Omasum : Terjadi pencampuran bolus dengan enzim-enzim yang terdapat pada Omasum
4. Abomasum : Di sini bakteri mati karena pengaruh pH rendah, sehingga bakteri dicerna oleh Ruminansia sebagai sumber Protein. Selain itu, dalam Abomasum juga terjadi pencernaan bolus oleh enzim Selulase.

Perlu diketahui, pada hewan Ruminansia terjadi 2 kali pencernaan Selulosa, yaitu pada lambung dan sekum (appendix / usus buntu yang membesar). Sehingga kotoran yang dihasilkan lebih halus dan berair.

Sekian info dari saya~Semoga bermanfaat ;)